Satu kata bahkan bisa menjadi seribu
masalah bukan aku tak ingin mneyelesaikannya seribu maaf selalu aku pinta, tak
berselang lama aku kembali mnjadi terdakwa sebagai salah seorang yang salah
kebenaran tak sekalipun aku miliki. Hingga menangispun aku tetap yang bersalah.
Terkadang aku malu dengan jati diri
ku sebagai lelaki aku yang selalu dihakimi dengan kesalahan kesalahan. Lelaki mana
yang bisa sempurna jika masalah sepeleh pun dijadikan tuntutan besar. Perjuangan
ku bagai tak berarti dimatanya yang tersimpan hanya kesalahan kesalahan ku, dan
dia tak pernah mau disalahkan, setiap masalah yang datang harus aku yang
dituntut untuk meminta maaf meskipun maslah itu bukan datang dari diri ku.
Sejauh ini aku tak mengerti kenapa
selalu aku. Selalu aku yang bersalah, adakah sedikit saja dihati mu untuk
menyadari dan membuat aku bangga. Aku sadar sampai saat aku menulis tulisan ini
pada akhirnya aku juga yang bersalah sementara aku hanya ingin mengutarakan isi
hati ku untuk kmu bisa mengerti.
Tidakkah kamu pernah membagi ceritamu
dengan orang lain. Aku yakin kamu pasti membaginya dgn orang lain dengan alasan
kesalahan kesalahan itu berasal dari diri ku.. andai saja kamu berbagi dengan
orang lain dengan kebenaran dan bercerita dari awal aku yakin kamu menemukan
jawabannya tapi sayang kamu yang tak bisa disalahkan akan selalu merasa benar..
Terkadang aku merasa terpuruk dengan
cinta ku sendiri aku yang memilih aku yang tetap bertahan dan aku yang akan
selalu tidak mendapat kebenaran dan hanya aku yang akan bersalah, dan kmu yang tak pernah salah.
Untuk mu yang tak pernah merasa salah
tidak kah engkau lelah memojokan diriku untuk kemenangan dan kemauan hati mu
yang harus selalu aku ikuti tidak kah kamu menyadari aku selalu mencoba menjadi
yang terbaik untuk mu..
Maafkan aku...
aku sadar saat tulisan ini kmu baca pasti kesalahan itu akan kembali pada diriku. karna selama ini kmu selalu menyimpulkan pembahasan itu dari kata dimana aku slah mengutarakan dan kamu akan salah mengartikan.
Curhat yg terdalam nampknyo ma tuak...
BalasHapusHomiak tuak...
hahaha...
BalasHapuskesimpulan dalam 1 buku nua suak diterbitkan buku a lai sedikit dikembangkan lai nak... hahaha