ISTRI
Lembut kasih yang engkau berikan tak
pernah engkau bedakan anak mu dan suami mu engkau selalu berpacu dalam waktu
subuh engkau telah terbangun mengerjakan sholat tidak setiap hari engkau sehat
terkadang engkau menderita kesakitan namun waktu mu tak pernah berkurang engkau
selalu bangun dalam dinginnya embun pagi engkau selalu menyiapkan baju makanan
suamimu dan anak-anak mu. Engkau memang terrlihat lemah tidak mampu mengangkat
beban yang berat dengan jarak yang jauh tapi dengan ketekunan mu beban me
selalu sampai pada tujuan mu meski itu berjalan ddengan terpatih-patih namun
engkau selalu berjuang.
Pagi suami mu pergi bekerja baju
telah tersedia rapi tinggal memilih makan siang telah siap engkau susun dalam
tas suami mu, baju anak-anak mu juga sudah engkau pasangkan sepatu makan siang
anakmu sudah cukup engkau berikan dalam bekal mereka timba lah saatnya suamimu
dan anak-anak mu pergi dan tak luput mereka meninggalkan bekas piring sarapan
paginya tempat tidur yang masi berantakan rumah yang masih kotor karna selam
anak-anak mu bermain hingga malam bahkan kotoran yang menempel disepatu suami
mu juga berbekas dilantai ruangan mu.
Meski anakmu telah pergi sekolah
suami mu pergi bekerja namun kmu masi berburu waktu siang. Kmu selalu
bekecimpung dengan pekerjaan, membersihkan tempat tidurmu membersihan tempat
tidur anak mu membersihkan rumah mu menunggu nanti mereka pulang kembali, belum
selesai pekerjaan mu dengan membersihkan rumah mu. Baju kotor anak-anak mu
semalam yang ia pasang kini engkau kembali bekerja mencuci baju-baju mereka,
belum lagi piring bekas sarapan tadi pagi sudah menunggu untuk dibersihan.
Sungguh kuat engkau sang bidadari
sungguh tabah hati mu sang cahaya engkau tak pernah istirahat terkadang dalam
keadaan letih hp mu berdering suami memarahi mu karna dalam tasnya engkau
berikan makanan anak-anak, begitu sibuknya engkau dipagi hari hingga engkau
lupa tas anak mu dan tas suami mu. Beta tidak berat menjadi dirimu selalu jadi
umpan dalam rumah mu segala sesuatu engkau kerjakan sendiri.
Setelah engkau selesaikan rumah mu
kini engkau kembali berburu waktu. Engkau harus melanjutkan pekerjaan memasak
untuk makan siang mu dan anak-anak mu akan pulang sekolah engkau pasti takut
mereka tidak mendapatkan makan siang dirumah dengan sekuat tenaga engkau
kembali berjuang memasak masakan kesukaan anak-anak mu pasti engkau tidak akan
rela masakan disekolah lebih enak dari maskan mu, dengan sepenuh hati engkau
berusaha sekuat tenaga meski keringat pekerjaan pagi tadi belum juga kering
kini engkau kembali lagi bekerja agar anak-anakmu betah makan dirumah.
Wahai seorang istri engkau selalu
berpacu dalam waktu. Tibalah masakan mu mulai terhidang anakmu sudah pulang
senyumu mulai menawan melihat terikan mereka memanggilmu IBU... mereka masih
kecil mereka tidak tau lelahmu mereka tidak akan paham letihnya dirimu yang
mereka tau mereka lapar capek pulang sekolah dengan senang hati engkau
menyambut nya menciumi pipi mereka yang penuh keringat terkadang terlihat raut
wajah mereka yang tak senang engkau cium namun engkau tkan menyerah untuk
menyayanginya.
Kini siang telah tiba istirahatmu
belum kunjung datang, kini engkau sibuk dengan anak-anak mu menggantikan baju
sekolahnya menyiapkan baju mainnya mengambilkan nasi makan siang mereka bahkan
mereka terkadang masi ingin disuapi karna mereka tak mengerti betapa letihnya
dirimu dan kamu takan mengelu dengan senyum iklas engkau menyupinya padahal
engkau belum makan.
Saat siangmu telah berlalu kini sore
mulai menunggu mu kamu kembali mengejar waktu dengan tumpukan piring kotor
anak-anak mu, kini engkau kembali lagi bekerja membersihkannya sembari menunggu
sore suami mu pulang.
Saaat sore datang yang ditunggu pun
pulang suami mu degan lemas pulang, namun kamu selalu menyemangatinya sementara
kamu takan menghiraukan letihnya dirimu, bekas keringat bekas entah tadi dia
memegang apa namun engkau tetap mencium tangan nya tanpa harus menyuruhnya
mencuci tangan dulu engkau tetap iklas.
Sore telah berlalu petang pun mulai
redup untuk menyambut senja yang akan datang namun engkau belum jua
beristirahat makanan malam yang mesti engkau siapkan kini engkau kembali
bekerja untuk menu makan malam keluarga kalian. Sambil memasak anakmu juga
datang untuk ingin dimandikan 2 pekerjaan engkau jalankan dalam satu waktu yang
bersamaan. Sungguh mulia engkau seorang istri dengan iklas engkau selalu
bekerja keringat kami para suamimu takan sanggub membayar keringatmu usaha kami
ternyata tak sebesar usaha mu.
Engkau terkurung dalam ruangan yang
sempit engkau jarang melihat dunia karna engkau sibuk dengan pekerjaan rumahmu.
Saat malam datang mulai lah engkau mempersiapkan makanan malam mu bersama
anak-anak dan suami mu lepas makan malam pun engkau belum beristirahat engkau
harus membersihkan kembali piring-piring kotor yang ada dimeja makan mu sisa
makanan anak-anak mu yang harus engkau kumpulkan agar tidak terlihat kotor meja
makan mu tidak hanya sampai disitu tumpukan baju kotor suamimu dan anak-anak mu
yang harus membuat mu bekerja kembali. PR anak-anak mu yang harus engkau lihat
dan tak luput engkau untuk mengajari mereka. Sudah larut malam barulah engkau
bisa beristirahat sambil menemani anak2mu ditempat tidur mereka mungkin sambil
menceritakan sesuatu yang bisa membuat anak-anak mu tertidur.
Wahai
sang suami kapan istrimu istirahat pahamkah kalian akan letih mereka setiap
wktu mereka bekerja kalian hanya siang bekerja malah sudah mengeluh kelelahan
andai kalian paham kelelahan mereka pastilah kalian takn sanggub untuk memarahi
mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar