Minggu, 12 Agustus 2018

Untuk mu Istriku

Hitam putihnya duni kehidupan tidaklah akan sama kita rasakan, berat ringannya jalan kehidupan ini tentu kita lalui dengan jalan yang berbeda begitujuga dengan manisnya duni ini tentu kita nikmati dengan cara yang berbeda pula, dunia kita sama hanya saja jalan cerita hidup kita yang akan berbeda.
setiap insan memiliki hal-hal menarik dalam kehidupannya ribuan kenangan tentu akan tersimpat meski bukan tersirat yang selalu akan terkenang. 
seorang lelaki dewasa pasti akan memmilih pendamping hidupnya dengan pilihan dan ketentuan yang telah ia sepakati. begitujuga dengan seorang wanita tidak mudah minikah begitu saja pastinya dengan pertimbangan yang matang barulah ia akan menikah dengan lelaki yang mendatanginya.
sebagai seorang istri tentu selalu berharap cerita-ceratia unik yang dilakukan sang suami.
disini kita kembali pada suatu hari dimana layaknya cerita semasa kecil dulu saat sebelum tidur.
banyak pertanyaan yang kadang jarang tersampaikan oleh para istri,
mereka rela menunggu didepan pintu rumahnya menunggu sang suami pulang kerumah mungkin sambil menggendong anak sang istri dengan rawut wajah bahagia menunggu sang suami pulang.
dengan muka ceria berdandan tipis agar wajah terlihat cerah diballik lelahnya aktifitas dirumah, berharap cerita-cerita indah suami dalam menjalankan aktifitasnya bisa didengar bersama anaknya dirumah, tentunya sebagai seorang istri sangat menunggu cerita suaminya.
kebanyakan sang lelaki hanya menceritakan cerita-cerita lucu yang sempat ia lihat atau didengarnya diselah selah aktifitasnya agar kelucuan kejadian atau cerita itu bisa ia bagi kepada istrinya tujuannya agar sang istri ikut tertawa. sang suami juga hanya bercerita bagaiman suksesnya ia dalam pekerjaannya bagaimana ia menyelesaikan pekerjaanya hari ini.
tapi tidak dengan kegagalan jarang sang suami menceritakan kegagalannya kekecewaanya dalam aktifitasnya bukan karna mereka tak ingin berbagi dengan sang istri hanya saja mereka tak ingin istrinya ikut merasakan kesedihan suaminya mereka tak iniign menoda hati istrinya dengan goresan kegagalannya.
sang suami sering menutup-nutupi kesalahannya dan kegagalannya tujuannya bukan mereka tak ingin berbagai bukan mereka menyembunyikan akan tetapi merreka para suami hanya tak ingin melihat istrinya bersedi.
untuk para istri jangan bersedih ketika suami kalian jarang berbagi cerita nya
untuk para istri suamikalian selalu berjuang demi kebahagiaan kalian meski rautwajahnya sering kusam tapi pahamilah kesucian hatinya selalu untuk kalian.
mereka bekerja berusaha berjuang mereka menutupi kegagalan agar kalian tidak ikut bersedi mereka selalu berharap kalian selalu bahagia dan terrtawa.
sambultah dengan wajah ceria dan senyuman terindah saat suami klaian pulang kerja karna itu kan membuat mereka selalu akan bersemangat karna senyuman itu lelah mereka akan terasa hilang.
kalian adalah bidadari ke dua bagi suami kalian setelah ibunya.
menulislah hari ini agar dimasa akan datang kalian bisa membacanya bahwa ternyata kalian juga pernah menggoreskan cerita dalam tulisan
apun hasil tulisan itu tetaplah menulis karna itu awal dari pembelajaran.
ini salah satu contoh bahwa saya juga pernah menulis.
tersenyumlah meski dunia ini sulit untuk membuat kalian tersenyum.

Senin, 06 Agustus 2018

KITA YANG SEBENARNYA SALAH (UNTUKMU IBU)

Dulu engkau kuat dan tegar, dulu engkau hebat dan bersemangat. kini tubuhmu mulai layu dan gemetar kerutan dahi dan pipi mu sudah mulai terlihat sangat jelas. kini tubuhmu sudah mulai melemah tenagamu sudah mulai berkurang langkahmu sudah mulai tak seimbang suaramu sudah mulai meredup.

disaat aku menulis ini disaat ini aku sangat merindukan dimana masa engaku memeluk ku dimana saat aku engkau belai dengan lembut. kini aku sudah tumbuh dewasa engkaupun tak pernah lagi memeluk ku mungkin engkau mengira karna aku dewasa aku mulai ragu jika engkau peluk namun sesungguhnya aku rindu akan pelukan itu. sejatinya aku ingin selalu dalam pangkuanmu.

dulu suaramu begitu keras saat menegur kesalahan-kesalahan ku dulu tanganmu paling cepat untuk melarangku berbuat kesalahan. kini engkau tak lagi berbuat banyak aatas apa yang aku lakukan engkau melepas luaskan kebebasan ku hingga aku bebas berbuat dan pergi jauh dari pendangan mu saat aku jah dari pnadangan mu aku bebas berbuat layak nya burung lepas dari sangkarnya saat aku remaja itu memang hal yang bahagi bagiku untuk melakukan kesalahan tapi kini jauh berbeda hal-hal yang dulu aku lakukan saat aku menginjak usia remaja ternya ada penyesalan saat aku beranjak dewasa.

kini aku sadar betapa besarnya kesalahanku kepada mu ibu betapa bodohnya aku dimasa itu.
Ibu maafkan aku anaka mu yang tak bisa menjadi seperti apa yang engkau harapkan. ribuan penyesalanku yang kini tak lagi ada gunanya ratapanku yang tak jua akan merubah susunan nasib yang aku terima saat ini. kini aku hanya bisa membahagiakan mu melalui Do`a semoga Allah senantiasa  melapangkan hatimu menenangkan pemikiranmu menyehatkan ragamu dan selalu membahagiakan mu..
Ya Allah Mudahkan lah dan Muliakanlah Kedua Orang Tua Ku
mudahkan langkah kakinya senangkan hari2nya jauhkan dia dari bahaya tetapkan ia selalu dijalanmu ya Allah...