Dulu engkau kuat dan tegar, dulu engkau hebat dan bersemangat. kini tubuhmu mulai layu dan gemetar kerutan dahi dan pipi mu sudah mulai terlihat sangat jelas. kini tubuhmu sudah mulai melemah tenagamu sudah mulai berkurang langkahmu sudah mulai tak seimbang suaramu sudah mulai meredup.
disaat aku menulis ini disaat ini aku sangat merindukan dimana masa engaku memeluk ku dimana saat aku engkau belai dengan lembut. kini aku sudah tumbuh dewasa engkaupun tak pernah lagi memeluk ku mungkin engkau mengira karna aku dewasa aku mulai ragu jika engkau peluk namun sesungguhnya aku rindu akan pelukan itu. sejatinya aku ingin selalu dalam pangkuanmu.
dulu suaramu begitu keras saat menegur kesalahan-kesalahan ku dulu tanganmu paling cepat untuk melarangku berbuat kesalahan. kini engkau tak lagi berbuat banyak aatas apa yang aku lakukan engkau melepas luaskan kebebasan ku hingga aku bebas berbuat dan pergi jauh dari pendangan mu saat aku jah dari pnadangan mu aku bebas berbuat layak nya burung lepas dari sangkarnya saat aku remaja itu memang hal yang bahagi bagiku untuk melakukan kesalahan tapi kini jauh berbeda hal-hal yang dulu aku lakukan saat aku menginjak usia remaja ternya ada penyesalan saat aku beranjak dewasa.
kini aku sadar betapa besarnya kesalahanku kepada mu ibu betapa bodohnya aku dimasa itu.
Ibu maafkan aku anaka mu yang tak bisa menjadi seperti apa yang engkau harapkan. ribuan penyesalanku yang kini tak lagi ada gunanya ratapanku yang tak jua akan merubah susunan nasib yang aku terima saat ini. kini aku hanya bisa membahagiakan mu melalui Do`a semoga Allah senantiasa melapangkan hatimu menenangkan pemikiranmu menyehatkan ragamu dan selalu membahagiakan mu..
Ya Allah Mudahkan lah dan Muliakanlah Kedua Orang Tua Ku
mudahkan langkah kakinya senangkan hari2nya jauhkan dia dari bahaya tetapkan ia selalu dijalanmu ya Allah...
disaat aku menulis ini disaat ini aku sangat merindukan dimana masa engaku memeluk ku dimana saat aku engkau belai dengan lembut. kini aku sudah tumbuh dewasa engkaupun tak pernah lagi memeluk ku mungkin engkau mengira karna aku dewasa aku mulai ragu jika engkau peluk namun sesungguhnya aku rindu akan pelukan itu. sejatinya aku ingin selalu dalam pangkuanmu.
dulu suaramu begitu keras saat menegur kesalahan-kesalahan ku dulu tanganmu paling cepat untuk melarangku berbuat kesalahan. kini engkau tak lagi berbuat banyak aatas apa yang aku lakukan engkau melepas luaskan kebebasan ku hingga aku bebas berbuat dan pergi jauh dari pendangan mu saat aku jah dari pnadangan mu aku bebas berbuat layak nya burung lepas dari sangkarnya saat aku remaja itu memang hal yang bahagi bagiku untuk melakukan kesalahan tapi kini jauh berbeda hal-hal yang dulu aku lakukan saat aku menginjak usia remaja ternya ada penyesalan saat aku beranjak dewasa.
kini aku sadar betapa besarnya kesalahanku kepada mu ibu betapa bodohnya aku dimasa itu.
Ibu maafkan aku anaka mu yang tak bisa menjadi seperti apa yang engkau harapkan. ribuan penyesalanku yang kini tak lagi ada gunanya ratapanku yang tak jua akan merubah susunan nasib yang aku terima saat ini. kini aku hanya bisa membahagiakan mu melalui Do`a semoga Allah senantiasa melapangkan hatimu menenangkan pemikiranmu menyehatkan ragamu dan selalu membahagiakan mu..
Ya Allah Mudahkan lah dan Muliakanlah Kedua Orang Tua Ku
mudahkan langkah kakinya senangkan hari2nya jauhkan dia dari bahaya tetapkan ia selalu dijalanmu ya Allah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar